PUISI MYBE
seorang malaikat kecil mengikat tali pita di atas kartu ucapan mesra
tapi dengan tanda yg menyimpul seakan pertanda yang tak terpuji
dosa dan nyata bergaul mesra dalam tadah telapak tangan sang pujangga
lalu apa yg dikatakan bak sang biarawan?
gunung seakan tinggi melihat menadahkan dagu membusungkan muka
laut begitu kejam seakan melemaskan serta menyelamatkan
alam dan khayal bertobad dalam satu debad
tapi nurani merintih di atas tanda yang di anggap biadap
desah para sahabad bercengkarama seakan dekad dan akrab
suara gemerincing lonceNG sebagai pengingat yg tak seberapa dianggap
lalu senyum itu muncul walaw dihati menindih duri yang lancip menancap
aku bukan kmu, tapi kamu dan aku adalah sikap,
lelehan liur seorang pengemis berpidato di tengah panas
lambayan pangeran tua seakan membawa dusta
lalu aku berdikiri dengan lengan yang tak ganas
bahwa aku hadir dengan cinta penuh asa yg tak hanya biicara**
I LOP U SOMUCH…
050707**
September 1st, 2007 at 8:24 pm
hahaha MALU euy*
September 2nd, 2007 at 11:32 pm
mmmm… very touching… kata2′y dibalut indah dan bermakna…
Sapa pangeran’y Cleio?
anDRe
September 3rd, 2007 at 3:54 am
pangeran itu kekasih aku…kasih sayang nya melebihin dr ayah dan ibuku..dya adalah calon istri ku…hoho
siren may gadis aceh..
i loh yu siren…
September 3rd, 2007 at 4:16 am
haha,
ktmu kao.!
bikin pusing aqu ja.
puisi kao mantabh Lah bRo.
terusin”.
hehe.!!